PELAWAN (MP) — Ketegangan sengketa lahan antara masyarakat Desa Pulau Muda dan PT THIP kembali memanas. Pada Senin (19/10/2026), dilaporkan terdengar suara tembakan yang diduga dilepaskan pihak perusahaan, disertai kehadiran sekitar 50 personel sekuriti yang membawa parang.
Insiden itu terjadi saat perwakilan warga datang ke lokasi untuk menegaskan komitmen tidak ada aktivitas selama sengketa belum diselesaikan.
Kejadian itu memicu kekhawatiran dan memunculkan pertanyaan apakah itu prosedur pengamanan sah atau bentuk intimidasi terhadap warga? Masyarakat meminta penjelasan terbuka dari perusahaan dan aparat penegak hukum.
Konflik di lapangan diklaim telah berlangsung sekitar lima hari. Warga mempertanyakan kehadiran langsung Pemerintah Kabupaten Pelalawan dan aparat penegak hukum di lokasi, hingga saat ini belum terlihat.
Padahal, Selasa (20/10/2026) dijadwalkan rapat Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) Pelalawan untuk membahas persoalan ini.
Masyarakat berharap pemerintah tidak hanya berperan sebagai fasilitator rapat, tetapi hadir secara nyata di lapangan.
Kehadiran aparat dinilai mendesak untuk mencegah eskalasi, mengklarifikasi insiden tembakan, menjamin keselamatan warga, dan memastikan seluruh pihak menghormati proses hukum yang sedang berjalan.
Warga menegaskan, mereka butuh kehadiran negara yang nyata dan perlindungan keselamatan, bukan sekadar undangan rapat. Rapat GTRA diharapkan menghasilkan langkah nyata, bukan sekadar prosedur administratif.

