INDRAMAYU (MP) — PT Pertamina Drilling Services Indonesia (Pertamina Drilling) menerima kunjungan puluhan Student Presenter & Student Volunteer Indonesian Petroleum Association Convention and Exhibition (IPA Convex) 2026 di Indonesia Drilling Training Center (IDTC) sebagai bagian dari rangkaian kegiatan pasca IPA Convex 2026.
Kegiatan bertajuk Student Visit IDTC Pasca IPA Convex 2026 tersebut diikuti sekitar 59 peserta yang terdiri dari Student Presenter, Student Volunteer, serta Technical Program Committee dari 20 kampus di Indonesia.
Melalui kunjungan ini, para mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung mengenai dunia industri energi dan migas, mulai dari pembelajaran di kelas hingga praktik lapangan di fasilitas pengeboran milik Pertamina Drilling.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan PT Pertamina Drilling Services Indonesia, Jufrihadi, pada kesempatan terpisah menyampaikan bahwa Pertamina Drilling ingin membuka wawasan mahasiswa mengenai dunia industri migas secara lebih nyata.
"Tidak hanya dari sisi teori, tetapi juga praktik langsung di lapangan melalui fasilitas pelatihan yang kami miliki di IDTC," ujar Jufrihadi.
Dalam sesi kelas, mahasiswa menerima materi dasar mengenai industri energi dan migas, antara lain sejarah industri minyak dan gas, pengenalan drilling rig, organisasi dalam proses pengeboran sumur, hingga proses perencanaan pengeboran (well planning process).
Chief of Technical Program Sub Committee IPA Convex 2026, Siti Sitawati, mengapresiasi dukungan Pertamina Drilling yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal industri migas secara langsung.
"Kegiatan ini sangat penting untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang industri energi nasional. Mereka tidak hanya mendapatkan teori di kampus, tetapi juga melihat langsung bagaimana proses dan teknologi pengeboran dijalankan di lapangan," kata Siti.
Setelah sesi kelas, mahasiswa diajak mengunjungi langsung fasilitas Rig 150 HP dan berbagai fasilitas pelatihan di IDTC untuk melihat aktivitas dan peralatan pengeboran secara lebih dekat.
Manager IDTC, Chair Rony, mengatakan IDTC memang dirancang sebagai pusat pelatihan terpadu guna mendukung peningkatan kompetensi tenaga kerja industri pengeboran migas.
"Melalui fasilitas yang ada di IDTC, kami ingin memberikan pengalaman belajar yang aplikatif dan mendekatkan peserta dengan kondisi operasional sebenarnya di lapangan," ujar Chair Rony.
Taip Gegetu (23) Mahasiswa Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Papua, jurusan Teknik Kimia mengaku takjub bisa melihat langsung rig pengeboran migas untuk pertama kalinya.
"Selama ini saya hanya melihat rig dari video atau gambar di kelas. Saat melihat langsung ukurannya dan bagaimana proses pengeboran dilakukan, saya sangat kagum dan semakin tertarik mendalami industri migas," ujarnya.
Manager Account Region 4,5 dan Geothermal Afriansyah menambahkan, Kegiatan ini dirancang untuk dapat menjadi bagian dari upaya perusahaan menjembatani dunia pendidikan dengan industri energi nasional.
"Kami berharap mahasiswa memiliki exposure lebih luas terhadap dunia kerja dan memahami tantangan industri energi ke depan. Dengan demikian, mereka dapat mempersiapkan kompetensi yang relevan dan siap menjadi talenta unggul bagi industri migas Indonesia," katanya.
Kegiatan ini juga menjadi bentuk dukungan Pertamina Drilling terhadap pengembangan kompetensi generasi muda agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri energi yang terus berkembang dan semakin kompetitif.

